Walimatul Khitan: Ungkapan Syukur dan Pelestarian Tradisi Islami

BARENG TENIS — Malam Senin atau Ahad malam (28/6) menjadi momen penuh berkah bagi keluarga besar Bapak Taufiek. Rumah kediaman salah satu pengurus/takmir Masjid Keramat Agung ini tampak dipenuhi cahaya lampu dan dekorasi bernuansa Islami yang hangat. Malam itu, diselenggarakan acara walimatul khitan untuk buah hati tercinta, Ananda Pradipta Fahmi Ramadhan. Walimatul khitan merupakan tradisi syukuran yang digelar setelah seorang anak laki-laki menjalani proses khitanan (sunatan). Di samping merayakan walimatul khitan, keluarga besar bapak Taufiek juga menyelenggarakan aqiqah untuk sang buah hati. Dua momentum ibadah agung ini, yakni walimatul khitan sekaligus aqiqah, dilaksanakan secara bersamaan dengan penuh rasa syukur. Acara ini dihadiri oleh sanak saudara, tetangga terdekat, serta para jamaah Masjid Keramat Agung untuk memberikan doa restu bagi ananda Pradipta Fahmi Ramadhan yang akrab dipanggil “Rama”.

Acara dibuka dengan sambutan oleh tuan rumah, Bapak Taufiek, yang menyampaikan ungkapan terimakasih kepada para tamu undangan yang telah hadir guna memberikan doa untuk ananda Rama.

Memasuki acara inti, suasana khidmat seketika berubah menjadi sangat meriah dan bersemangat. Kemeriahan ini bersumber dari penampilan khusus grup terbang Al-Banjari anak-anak dari Masjid Keramat Agung. Dengan seragam bermotif hijau putih dengan songkok putih yang rapi dan wajah-wajah yang ceria, anak-anak tersebut menabuh terbang (rebana) dengan sangat kompak. Lantunan sholawat yang dipimpin oleh Ustad Kholik Ahmadi dan Ustad Rofiosan menggema indah di sepanjang acara. Harmoni ketukan banjari yang cepat namun teratur berhasil memukau seluruh tamu undangan yang hadir. Penampilan ini tidak hanya menghibur, tetapi juga mempertebal rasa cinta kepada Rasulullah SAW melalui sholawat yang dikumandangkan. Kehadiran grup Al-Banjari anak-anak dari Masjid Keramat Agung ini memberikan warna tersendiri. Tradisi banjari yang biasanya dibawakan oleh orang dewasa, kini dibawakan dengan apik oleh generasi muda.

Acara kemudian ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Ustad H. Muhammad Khusnan. Doa tersebut dipanjatkan agar Ananda Rama tumbuh menjadi anak yang sholeh, berbakti kepada kedua orang tua, berguna bagi agama, serta lekas pulih setelah dikhitan. Setelah doa bersama, para tamu menikmati hidangan yang telah disediakan sebagai bentuk berkah dan sedekah dari shohibul bait (tuan rumah).

Manfaat Utama Mengadakan Walimatul Khitan

Menyelenggarakan walimatul khitan seperti yang dilakukan oleh keluarga Bapak Taufiek memiliki banyak manfaat besar, baik dari sudut pandang agama, sosial, maupun bagi psikologis anak itu sendiri. Dengan diadakannya perayaan yang meriah dan penuh dukungan, anak akan merasa dihargai, gembira, dan melupakan rasa sakitnya berkat doa serta hadiah dari para tamu.

Khitan adalah salah satu sunnah fitrah dalam Islam yang wajib dijalankan oleh setiap muslim laki-laki. Mengadakan walimatul khitan merupakan ekspresi rasa syukur orang tua karena telah mampu melaksanakan syariat agama demi kesehatan dan kesucian lahir batin sang anak. Terlebih, acara ini juga menjadi momen berkumpulnya keluarga besar, tetangga, sahabat, dan terutama dukungan dari bapak-bapak jama’ah Masjid Keramat Agung. Kesibukan sehari-hari sering kali membuat intensitas bertemu berkurang. Melalui undangan walimah ini, hubungan silaturahmi antar-warga kembali dipererat dan diperkokoh.

Selain itu, hadirnya grup terbang Al-Banjari anak-anak Masjid Keramat Agung menjadikan acara ini sebagai panggung syiar Islam. Lantunan sholawat yang didengar oleh banyak orang membawa keberkahan, kedamaian, sekaligus menanamkan kecintaan pada seni Islami sejak dini.

Bagi keluarga, pelaksanaan walimatul khitan dan aqiqah ini merupakan wujud pemenuhan tanggung jawab orang tua dalam mendidik anak sesuai syariat Islam. Khitan merupakan simbol kesucian dan kesiapan Ananda Rama menuju usia akil baligh. Sementara itu, ibadah aqiqah dilaksanakan sebagai bentuk tebusan dan rasa syukur atas karunia lahirnya sang anak ke dunia.
“Kami sangat bersyukur acara ini bisa berjalan lancar. Terima kasih kepada seluruh jama’ah Masjid Keramat Agung dan adik-adik Al Banjari yang telah mengiringi doa untuk buah hati kami dengan sholawat yang sangat indah,” ujar perwakilan pihak keluarga.

Melalui prosesi khitan dan aqiqah ini, keluarga besar bapak Taufiek berharap Ananda Pradipta Fahmi Ramadhan tumbuh menjadi anak yang sholeh dan taat kepada Alloh SWT, berbakti kepada kedua orang tua, serta bermanfaat bagi agama, masyarakat, dan bangsa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Post

Khutbah Jum’at 26 Juni 2026 Masjid Keramat Agung: Setiap Kita adalah Seorang Pemimpin sekaligus yang DipimpinKhutbah Jum’at 26 Juni 2026 Masjid Keramat Agung: Setiap Kita adalah Seorang Pemimpin sekaligus yang Dipimpin

Khatib: KH. Muhammad Rifa’i Bilal: Ustad Saiful Bakri KERAMAT AGUNG — Di awal khutbahnya, setelah berwasiat tentang iman dan takwa, khatib menyampaikan bahwa manusia adalah makhluk sosial yang tidak bisa

Khutbah Jum’at 3 Juli 2026: Membina Hati yang Bersih dengan Mengenal Macam Hati dan Penyebab Kerasnya HatiKhutbah Jum’at 3 Juli 2026: Membina Hati yang Bersih dengan Mengenal Macam Hati dan Penyebab Kerasnya Hati

Khatib: KH. Habib MustafaBilal: Ustad Kholik Ahmadi KERAMAT AGUNG — Khatib mengawali khutbahnya dengan berwasiat taqwa kepada para jamaah. Hal ini harus terus menjadi prioritas untuk selalu menjalankan perintah Alloh