Khatib: Ustad Samsul Arifin
Bilal: Ustad Khalik Ahmadi
KERAMAT AGUNG — Ustad Samsul Arifin mengawali khutbahnya dengan mengajak para jamaah untuk mensyukuri nikmat yang telah diberikan Alloh SWT berupa hidayah dan kesehatan sehingga kita bisa memenuhi panggilanNya untuk menunaikan sholat Jumat dalam keadaan yang sehat wal afiat. Selanjutnya khatib mengajak para jamaah untuk senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Alloh SWT karena hanya dengan bekal iman dan takwalah kita akan selamat di dunia maupun di akhirat kelak.
Hari ini, lanjut khatib, kita berada di bulan Agustus, bulan yang penuh sejarah sekaligus bulan yang paling penting bagi kita bangsa Indonesia. Memperingati hari kemerdekaan bangsa bukan hanya sekedar memperingati sejarah, tetapi lebih dari itu ada ungkapan rasa syukur dan terimakasih kita kepada Alloh SWT yang telah menganugerahkan kepada kita suatu bangsa yang aman, negeri yang makmur dan sentausa. Hal ini merupakan anugerah yang besar yang patut kita syukuri terutama anugerah rasa aman dalam beribadah kepada-Nya, karena rasa aman ini adalah syarat mutlak untuk kita bisa melaksanakan ibadah secara sempurna.
Lanjut khatib, keimanan yang ada di dalam diri kita bisa berjalan dengan baik, kita bisa beribadah dengan sempurna, kita bisa mengumandangkan adzan, kita bisa mendirikan madrasah, kita bisa bekerja dengan aman dan nyaman, tentunya harus ditunjang oleh negara yang aman. Bangsa yang baik adalah bangsa yang bisa mensyukuri nikmat yang telah diberikan oleh Alloh SWT dan menjaga negerinya dengan sekuat tenaganya. Maka janganlah mempertentangkan agama dengan kecintaan kepada negeri ini, karena negeri yang diberikan oleh Alloh kepada kita yaitu bangsa Indonesia yang aman ini adalah merupakan suatu anugerah yang mungkin tidak dimiliki bangsa-bangsa lain terutama saudara-saudara muslim kita yang hingga saat ini tidak bisa beribadah dengan aman karena bahaya mengancam setiap hari di dalam negeri mereka.
Kehancuran suatu bangsa adalah ketika bangsa itu telah hilang kemerdekaannya. Sebagaimana yang dijelaskan oleh Syekh Mustofa, beliau mengatakan: “Setiap umat pasti ada ajalnya, (ada masa berakhirnya). Kapan berakhirnya suatu bangsa itu? Yaitu ketika bangsa itu kehilangan kemerdekaannya.”
Kemerdekaan bangsa kita adalah hasil perjuangan para syuhada yang telah mengorbankan harta, istri dan anak, bahkan nyawa mereka untuk memerdekakan bangsa yang kita cintai ini. Janganlah kita menjadi penikmat kemerdekaan dengan menjadi pengkhianat yang tidak menghargai jasa para syuhada dalam merebut kemerdekaan bangsa.
Sayyidina Umar pernah berkata dengan lantang, “Sejak kapan manusia itu memperbudak orang lain, sedangkan ibu-ibu mereka melahirkan mereka dalam keadaan merdeka.” Kita dilahirkan dalam keadaan merdeka dan bebas, lantas kemudian mengapa kita dijajah padahal kemerdekaan merupakan hak bagi semua bangsa.
Maka oleh karena itu, marilah kita bersama-sama mengisi kemerdekaan ini dengan sebaik-baiknya, dengan meningkatkan keimanan dan ketakwaan kita kepada Alloh SWT. Kita jaga negeri ini dengan baik, dan kita jaga persatuan ini jangan sampai teecerai-berai dengan berpegang teguh kepada tali Alloh dan bersatu.
Imam Al Ghazali pernah mengatakan bahwa negara dan agama itu seperti dua anak kembar yang tidak bisa dipisahkan. Agama sebagai pondasinya, sedangkan negara sebagai pelindungnya. Dan setiap sesuatu yang tidak mempunyai pondasi yang kuat maka ia akan hancur, dan apabila sesuatu itu tidak ada penjaganya maka ia akan hilang.
Penutup
Di akhir khutbahnya, khatib mengajak para jamaah untuk menjaga negeri ini dengan sebaik-baiknya. Jangan kita hancurkan negeri ini hanya untuk kepentingan pribadi, jangan kita khianati negeri ini dengan korupsi, jangan kita hancurkan negeri ini dengan berbuat kerusakan. Setiap kita mempunyai tanggung jawab untuk menjaga negeri ini, karena dari negeri inilah kita menghirup udara, dari negeri inilah kita bekerja untuk menghidupi keluarga kita, dan dari negeri inilah kita bisa merasakan kenyamanan dan keamanan. Maka syarat mutlak bagi kita adalah bersyukur kepada Alloh SWT dan mendidik anak-anak kita untuk senantiasa mencintai agama dan negerinya.
