Merajut Doa di Pergantian Tahun Hijriah

Sudah menjadi tradisi umat Islam pada malam tahun baru Hijriah untuk melaksanakan serangkaian ibadah di masjid, di mulai dari menjelang Magrib dengan memanjatkan doa akhir tahun, hingga setelah sholat Magrib dengan melantunkan doa awal tahun.

Malam pergantian tahun baru Islam, 1 Muharram, menjadi momentum sakral bagi jama’ah Masjid Keramat Agung untuk berhenti sejenak dari hiruk pikuk dunia. Alih-alih merayakannya dengan pesta kembang api, jama’ah Masjid Keramat Agung menyambut malam pergantian tahun ini dengan untaian doa dan dzikir yang menyentuh jiwa dimulai tepat pada waktu ba’da Magrib.

Kali ini, yang memimpin serangkaian ibadah pergantian tahun ini adalah Ustad H. Muhammad Khusnan. Selepas mengimami sholat Magrib, beliau mengajak para jama’ah untuk beristighfar memohon ampun atas dosa-dosa yang telah dilakukan selama tahun terakhir. Setelah itu, dilanjut dengan membaca sholawat atas Nabi Muhammad saw sebanyak 313 kali. Kemudian membaca ayat kursi sebanyak tujuh kali dan disambung dengan membaca dzikir “Yaa muhawwilal ahwaal, hawwil ahwaalanaa ilaa ahsanil haal” yang artinya “Wahai Dzat yang membolak-balikkan kondisi bathin, balikkanlah kondisi bathin kami kepada kondisi bathin yang lebih baik” sebanyak 333 kali. Selanjutnya, acara puncaknya adalah membaca doa awal tahun secara bersama-sama yang dipandu oleh Ustad H. Muhammad Khusnan. Akhirnya, acara diakhiri dengan melaksanakan sholat hajat dua rokaat secara berjamaah dan ditutup dengan doa.

Peringatan 1 Muharram bukan sekedar rutinitas tahunan, melainkan sebuah madrasah spiritual yang sarat akan makna. Bagi jama’ah Masjid Keramat Agung, momen ini digunakan untuk melihat kembali lembaran amal tahun lalu. Para jama’ah merasa terpanggil untuk menghitung berapa banyak kebaikan yang telah ditanam, dan berapa banyak keburukan yang harus diperbaiki.

Melalui rangkaian ibadah ba’da Magrib ini, para jama’ah keluar dari masjid tidak hanya membawa harapan baru, tetapi juga komitmen baru untuk menjadi hamba yang lebih baik dari tahun sebelumnya.

2 thoughts on “Merajut Doa di Pergantian Tahun Hijriah”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Post