Kbutbah Jumat 28 Agustus 2026: Tiga Tanda Cinta kepada Nabi Muhammad SAW

Khatib: Ustad H. Moch. Chusnan
Bilal: Ustad Saiful Bahri

KERAMAT AGUNG — Khatib mengawali khutbahnya dengan berpesan kepada para jamaah untuk selalu bertakwa kepada Alloh SWT dengan menjalankan segala perintahNya dan secara totalitas berusaha menjauhi segala laranganNya. Apabila kita, sebagai umat Islam, bisa melakukan dua hal tersebut, niscaya kita termasuk golongan orang-orang muttaqin, tidak hanya itu, seluruh kehidupan dunia dan akhirat kita akan dipermudah oleh Alloh SWT, sebagaimana firmanNya dalam surat At Tholaq ayat 4 yang artinya, “Dan barangsiapa yang bertakwa kepada Alloh, niscaya Alloh akan menjadikan mudah segala permasalahannya (baik di dunia maupun di akhirat)“. Semoga kita semua termasuk golongan yang disebut di dalam ayat ini, aamiin.

Lanjut khatib, kita saat ini berada di bulan kelahiran kanjeng nabi Muhammad SAW, yaitu bulan Rabiul Awal yang mana di dalam bulan ini kita menyaksikan banyak umat Islam yang berusaha mengekspresikan atau menampakkan rasa suka cita atas kelahiran baginda Nabi SAW, sekaligus menampakkan rasa mahabbah dengan mengadakan berbagai macam acara, di antaranya pembacaan maulid nabi, khatmil quran, sodaqoh, dan sebagainya. Selain itu, hal ini juga merupakan bentuk rasa cinta kepada Alloh SWT yakni dengan mengikuti ajaran Rasulullah SAW, sebagaimana tertulis dalam firman Alloh, surat Ali Imran ayat 31 yang berbunyi:
قُلْ اِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّوْنَ اللّٰهَ فَاتَّبِعُوْنِيْ يُحْبِبْكُمُ اللّٰهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْۗ وَاللّٰهُ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ
Yang artinya, “Katakanlah (wahai Muhammad), Jika kamu benar-benar mencintai Alloh, maka ikutilah aku, niscaya Alloh akan mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

Hal ini lebih ditegaskan oleh Nabi SAW dengan sabda beliau yang mengatakan, “Demi Alloh, yang jiwaku berada di dalam kekuasaanNya, tidaklah beriman seseorang di antara kalian hingga aku lebih dicintai olehnya daripada kedua orang tuanya, anak-anaknya, dan manusia seluruhnya.”

Perasaan cinta kepada baginda nabi SAW adalah sebuah sikap dan sifat yang menyebabkan orang tersebut berhak mendapatkan kebahagiaan dunia dan akhirat. Diawali dari rasa senang kemudian cinta kepada beliau SAW, maka akan timbullah keinginan untuk meniru dan mengikuti beliau dalam aktifitas kehidupan sehari-hari, yang tentunya ganjarannya akan berupa pahala, sebab apapun yang diucap dan dilakukan oleh kanjeng nabi semuanya adalah sunnah. Kekuatan mahabbah kepada baginda nabi SAW inilah yang memungkinkan kita bisa berjumpa dengan beliau di akhirat nanti, dan satu hal yang sangat kita idamkan adalah mendapatkan syafa’at beliau kelak di yaumul akhir.

Di dalam kitab Al lu’lu’ wal marjan atau dalam kitab Imam Bukhari dan Imam Muslim, ada sebuah hadits dari sahabat Anas bin Malik bahwasanya ada seorang laki-laki yang bertanya kepada Nabi Muhammad SAW tentang kapankah datangnya hari kiamat. Lalu beliau balik bertanya kepada orang tersebut apa yang sudah ia persiapkan untuk menghadapi hari kiamat. Maka laki-laki itu menjawab bahwa ia tidak melakukan banyak sholat, puasa, ataupun sodaqoh, tapi ia memiliki rasa cinta kepada Alloh dan rasulNya. Kemudian baginda nabi menjawab bahwa ia benar-benar akan dikumpulkan bersama orang-orang yang ia cintai.

Dalam ungkapan hadits tersebut, sangatlah jelas bagi kita bahwa siapapun di antara kita yang mencintai seseorang, tentunya kelak dia akan dikumpulkan bersama orang yang dicintainya, termasuk ketika kita memiliki rasa cinta kepada baginda Nabi SAW, tentunya kita akan dikumpulkan bersama beliau dan mendapatkan syafa’at beliau. Ketika kita berada di padang mahsyar, ketika amal kita ditimbang dan diperhitungkan oleh Alloh, maupun saat kita menyeberangi jembatan shirathal mustaqim, beliau akan menolong kita.

Orang boleh saja mengatakan cinta kepada baginda nabi SAW, tetapi perlu diingat bahwa cinta tersebut harus disertai bukti bahwa dia benar-benar mencintai beliau. Di antara tanda-tanda cinta kepada baginda nabi SAW adalah, yang pertama: selalu melaksanakan atau menghidupkan sunnah-sunnah nabi SAW, berusaha untuk meniru nabi dalam segala perbuatannya. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh At Tirmidzi dari sahabat Anas bin Malik bahwasanya nabi SAW bersabda, “Barangsiapa yang menghidupkan sunnah-sunnahku, maka sesungguhnya dia mencintaiku. Dan barangsiapa yang mencintaiku, maka dia akan bersamaku di dalam surga.”

Tanda cinta kepada banginda nabi SAW yg kedua adalah dengan banyak menyebut nama beliau, yakni dengan banyak bersholawat. Beliau pernah bersabda, “barangsiapa bersholawat kepadaku satu kali, niscaya Alloh akan mencurahkan sepuluh rahmat kepadanya, dan barangsiapa bersholawat kepadaku sepuluh kali, niscaya Alloh akan membalasnya dengan seratus rahmat, dan barangsiapa membaca seratus sholawat kepadaku, niscaya Alloh akan menetapkan bagi orang tersebut di antara kedua matanya ketetapan bebas dari sifat munafik dan bebas dari api neraka sekaligus ia akan ditempatkan dalam golongan para syuhada.“

Tanda cinta kepada baginda nabi SAW yang ketiga adalah berusaha menolong agama Alloh dan rasulNya dengan ucapan dan perbuatannya dalam membela agamaNya serta syariatNya. Artinya, siapapun di antara kita yang mengaku mencintai nabi Muhammad SAW, ia akan membela agama Islam dengan sepenuh hati sekalipun harus berkorban waktu, harta, bahkan nyawa.

Mudah-mudahan kita semua ditakdirkan oleh Alloh SWT menjadi golongan orang-orang yang mencintai Nabi SAW dengan banyak bersholawat serta banyak menghidupkan sunnah-sunnah beliau, serta rela berkorban demi menolong agama Alloh SWT. Mudah-mudahan khutbah yang singkat ini bermanfaat bagi kita semua. Aamiin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Post