Sambut Idul Adha, Jamaah Masjid Keramat Agung Kompak Gelar Kerja Bakti Persiapan Pemotongan Hewan Qurban
KOTA Malang – Menjelang perayaan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, semangat gotong royong dan kebersamaan ditunjukkan secara nyata oleh jamaah masjid MKA dan warga masyarakat. Pada hari Ahad, 24 Mei 2026, puluhan warga berkumpul sejak pagi hari untuk melaksanakan kegiatan kerja bakti. Fokus utama dari aksi sosial ini adalah mempersiapkan seluruh sarana dan prasarana yang akan digunakan untuk prosesi penyembelihan serta pendistribusian daging hewan qurban.
Kegiatan yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB ini dipusatkan di depan Pondok Pesantren Almawaddah bersebelahan dengan masjid Keramat Agung. Area tersebut sengaja dipilih karena dinilai memiliki ruang yang cukup luas dan strategis untuk mobilitas panitia maupun warga.
Ketua Pelaksana Kegiatan, Ust Rofiosan, menyampaikan bahwa persiapan matang jauh-jauh hari sangat krusial untuk memastikan seluruh prosesi ibadah qurban berjalan dengan khidmat, higienis, dan tertib. Menurutnya, kerja bakti ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan cerminan dari solidnya rasa kekeluargaan antar jamaah dan warga RW 2.
“Hari ini kami fokus pada persiapan Tempat Penyembelihan Hewan qurban, pembuatan lubang pembuangan limbah, pendirian tenda peneduh. Kami ingin memastikan bahwa saat hari pelaksanaan nanti, alur kerja panitia mulai dari penyembelihan, pengulitan, pemotongan daging, hingga pembagian bisa berjalan linier dan tidak tumpang tindih,” ujar Ust Rofiosan saat ditemui di sela-sela kegiatan, Ahad (24/5/2026).
Ust Rofiosan juga menambahkan bahwa aspek kebersihan lingkungan menjadi prioritas utama. Oleh karena itu, pembuatan lubang khusus untuk penimbunan darah dan limbah organik kotoran hewan dibuat cukup dalam dan permanen agar tidak menimbulkan bau menyengat atau mengotori fasilitas umum setelah acara selesai.
Wujud Nyata Gotong Royong: Jamaah MKA dan Warga
Pada Idul Adha tahun ini, panitia mengonfirmasi akan mengelola 3 ekor sapi serta beberapa ekor kambing. Menariknya, seluruh hewan qurban tersebut didapatkan murni dari hasil urunan atau tabungan bersama warga setempat yang dikumpulkan secara bertahap sejak beberapa bulan yang lalu. Sistem patungan ini dinilai sangat efektif untuk memberikan kesempatan bagi setiap lapisan masyarakat agar bisa ikut menunaikan ibadah qurban tanpa merasa terbebani secara finansial secara mendadak.
“Alhamdulillah, kesadaran berkurban warga kami sangat tinggi. Tahun ini kita bisa mengumpulkan 3 ekor sapi yang semuanya merupakan hasil urunan warga. Ini membuktikan bahwa dengan konsep kebersamaan, hal yang terasa berat jika dipikul sendiri akan menjadi ringan jika dilakukan bersama-sama,” jelas Ustrofiosan dengan nada bangga.
Menjelang tengah hari, seluruh target persiapan fisik lokasi dinyatakan rampung 100 persen. Area penyembelihan telah disterilisasi, tenda-tenda sudah berdiri kokoh, dan peralatan pendukung seperti pisau serta alas plastik berukuran besar telah diinventarisir dengan baik.
Melalui kerja bakti ini, warga tidak hanya sukses mempersiapkan infrastruktur teknis untuk pemotongan 3 ekor sapi qurban, tetapi juga berhasil merawat dan mempererat tali silaturahmi yang menjadi fondasi keharmonisan hidup bertetangga. Warga kini siap menyambut Hari Raya Idul Adha dengan penuh suka cita dan kesiapan yang matang.