Gemuruh Terbang Jidor Masjid Keramat Agung Meriahkan Walimatul Khitan Ananda Muhammad Ramadhan El Khairi

BARENG TENES — Suasana khidmat bercampur bahagia menyelimuti kediaman keluarga besar Ustad Sohibul Hairi (9/7). Hari ini, suasana rumah salah satu pengurus takmir Masjid Keramat Agung ini tampak berbeda dari biasanya. Suara riuh rendah para jamaah yang hadir mulai memecah suasana yang sebelumnya sunyi. Mereka datang untuk memberikan doa restu dalam acara Walimatul Khitan Ananda Muhammad Ramadhan El Khairi, sebuah tradisi syukuran yang sakral sekaligus menjadi simbol babak baru bagi seorang anak laki-laki menuju usia baligh.

Acara yang dikonsep dengan perpaduan nilai-nilai religius dan pelestarian budaya lokal ini berlangsung sangat meriah. Daya tarik utama yang menjadi magnet perhatian warga sekitar dan tamu undangan adalah kehadiran Grup Terbang Jidor dari Masjid Keramat Agung. Tabuhan musik tradisional yang khas dan menggelegar berhasil menghidupkan suasana syukuran menjadi sebuah perayaan yang tak terlupakan bagi keluarga maupun warga sekitar.

Acara dibuka oleh Ustad Nardi Sugianto dan dilanjutkan dengan pembacaan tawasul oleh KH. Dahlan Thamrin yang juga sebagai tuan rumah. Selanjutnya, acara disambung dengan pembacaan surah Yasin oleh Ustad H. Muhammad Khusnan. Pembacaan surah Yasin ini dimaksudkan untuk mengetuk pintu langit dan memohon keberkahan agar jalannya acara serta masa depan cucu kedua KH. Dahlan Thamrin ini selalu dinaungi oleh ridho Alloh SWT. Dengan digemakan surah Yasin, acara inti Walimatul Khitan resmi dimulai.

Dengan suara yang fasih, jernih, dan penuh penghayatan, Ustad H. Muhammad Khusnan memandu pembacaan Surah Yasin. Begitu ayat pertama dikumandangkan, suasana mendadak dipenuhi dengan kekhidmatan. Para jamaah serentak menundukkan kepala dan ikut melantunkan bait demi bait Surah Yasin dengan penuh kekhusyukan.

Selain sebagai benteng spiritual, pembacaan ini dimaksudkan sebagai doa agar Ananda Muhammad Ramadhan El Khairi kelak tumbuh menjadi anak yang saleh, teguh iman, sehat jasmani rohani, serta berbakti kepada kedua orang tua dan agama. Suasana spiritual yang kental begitu terasa, mengalirkan kedamaian ke dalam hati setiap jamaah yang hadir.

Lantunan Sholawat Nabi yang Syahdu dan Menggetarkan Jiwa

Setelah pembacaan Surah Yasin selesai, atmosfer spiritual di lokasi acara semakin tebal. Acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Sholawat Nabi sebagai bentuk rasa cinta (mahabbah) yang mendalam kepada Baginda Rasulullah SAW yang dipimpin oleh Ustad Eko, Ustad Kholik Ahmadi, dan Ustad Rofiosan. Ketiganya, secara bergantian, melantunkan bait-bait sholawat nabi dengan nada yang harmonis dan penuh energi positif.

• Ustad Eko memulai dengan nada dasar yang mantap, memberikan ketukan ritme awal yang membuat jemaah langsung terhanyut dengan membaca Ya Robbi Sholli Ala Muhammad.
• Ustad Khalik kemudian masuk dengan cengkok vokalnya yang khas dan tinggi, menambah estetika spiritual dari sholawat Ya Rasulullah yang dilantunkan.
• Ustad Rofiosan melengkapi perpaduan tersebut dengan suaranya yang teduh dan penuh wibawa, memberikan kedalaman makna pada setiap bait Ya Nabi Salam Alaika kepada Rasulullah SAW.

Kombinasi suara ketiganya merubah suasana menjadi meriah. Seluruh jamaah spontan ikut menyambut seruan sholawat tersebut secara bersahut-sahutan. Gema “Allahumma sholli ‘ala Muhammad…” menciptakan momen kolektif yang mengharukan sekaligus membahagiakan bagi pihak keluarga penyelenggara.

Grup Terbang Jidor dari Masjid Keramat Agung berhasil mengambil alih perhatian. Kesenian Terbang Jidor yang legendaris ini membawa instrumen musik tradisional berupa terbang (rebana besar) dan jidor (bedug kecil) yang berdentum mantap. Begitu pemukul jidor (Bapak Suwoto) menghentakkan alat musiknya, suara dentuman rendah yang khas langsung berpadu dengan ketukan cepat dari alat musik terbang. Alunan musik tradisional ini mengiringi syair-syair pujian Islam yang dibawakan dengan tempo lebih cepat dan penuh semangat. Para penabuh dari Masjid Keramat Agung tampil sangat kompak dengan pakaian seragam yang rapi, menunjukkan kelas mereka sebagai salah satu grup kesenian religius terbaik di lingkungan RW 02 dan sekitarnya.

Kehadiran Terbang Jidor ini tidak hanya berfungsi sebagai hiburan semata, tetapi juga sebagai bentuk nguri-uri (melestarikan) budaya Islam Nusantara agar tetap dikenal oleh generasi muda, termasuk oleh Ananda Muhammad Ramadhan El Khairi yang sedang merayakan hari bahagianya. Para jamaah tampak khidmat menghayati alunan sholawat dan ritme terbang jidor yang dinamis.
Acara Walimatul Khitan ini sukses memadukan esensi ibadah, doa, kekeluargaan, dan pelestarian budaya.

Acara ditutup dengan doa oleh Ustad H. Muhammad Khusnan dan disambung dengan ramah tamah. Selamat untuk Ananda Muhammad Ramadhan El Khairi, semoga khitanan ini menjadi awal langkah menuju pribadi yang dewasa, cerdas, mulia, dan selalu membawa kebaikan bagi lingkungan sekitarnya. Amin ya Rabbal Alamin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Related Post